Tampilkan postingan dengan label laporan utama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label laporan utama. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Maret 2009

Gebyar Tingkatkan Pendapatan Petani

Gebyar Tingkatkan Pendapatan Petani


Gebyar singkatan Gerakan budidaya gaharu sumatera barat yang diprakarsai oleh DR. Poempida Hidayatulloh Caleg DPR RI nomor urut satu dari partai GOLKAR melakukan suatu terobosan baru guna tingkatkan pendapatan petani sumatera barat.

Poempida pada tabloid pertanian suara AFTA di ruang kerjanya, mengatakan Gebyar merupakan salah satu lembaga yang dibentuk tepatnya pada tanggal sembilan belas januari dua ribu sembilan.

Jelas Poempida lagi, maksud dan tujuan Gebyar, berusaha dalam bidang pengembangan Budidaya dan Industri gaharu guna memberdayakan, meningkatkan taraf hidup dan mensejahterakan masyarakat minang kabau. Terutama sekali, dengan adanya gerakan Budidaya gaharu. Kita dapat menekan efek rumah kaca yang dapat menimbulkan Pemanasan global dan dapat menyumbangkan oksigen bagi Propinsi Sumbar dan wilayah sekitar. “Kalau tidak sekarang, kapan lagi kita menyelamatkan dunia ini dari ancaman Global Warning”. Demikian ungkapnya

Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut. Gebyar melaksanakan kegiatan, penyediaan bibit gaharu unggul asli di sumatera barat. Kemudian melakukan alih teknologi produksi gaharu melalui teknik inokulasi, lalu pengembangan industri penyulingan minyak gaharu dan aneka ragam industri komodiiti gaharu lainnya dan melakukan sosialisasi budidaya gaharu yang berbasiskan masyarakat minangkabau.

Tidak hanya sekedar bicara saja tutur Poempida, di awal februari lalu kita telah mendatangkan tiga puluh ribu bibit gaharu siap edar dan menyusul dua puluh ribu batang lagi, yang direncanakan di bulan maret ini akan didistribusikan pada masyarakat Sumatera Barat.

Pada tahap awal, jelas poempida. Akan meliputi di beberapa wilayah diataranya Dharmasraya, sijunjung, Solok selatan, Tanah datar, Pesisirselatan, serta yang lainnya akan menyusul. Untuk pelaksanaan dilapangan nantinya akan dilakukan oleh Tim Gebyar yang ketuai oleh Ir. P.S. Pelawi.

Fadli Rustam, STP wakil ketua Gebyar mengungakapkan melalui tulisannya. GEBYAR Sumbar (Gerakan Budidaya Gaharu Propinsi Sumatera Barat) yang di prakarsai oleh anak-anak muda di Ranah Minang yang di dukung oleh Dr. Poempida Hidayatullah yang punya komitmen untuk pengentasan kemiskinan di Propinsi Sumbar. Kegiatan GEBYAR Sumbar untuk tahap awal dilaksanakan pada 8 Kabupaten dan Kota di Sumbar dengan jumlah sebaran bibit yang akan di bagikan adalah 50.000 batang.

Sasaran yang di tuju dari gerakan ini adalah masyarakat tidak mampu, Kelompok Tani, Kelompok PKK, Majelis Taklim, Karang Taruna, Masjid dan Surau, yang mana rencananya setiap Rumah Tangga/ Perorangan, Masjid dan Surau serta lainnya akan mendapatkan sebanyak 5 batang.

Program GEBYAR Sumbar ini sendiri adalah program jangka panjang yang mana setelah bibit di bagikan, perawatan dan pengawasan tetap di lakukan oleh GEBYAR Sumbar dan masyarakat penerima bibit. Termasuk juga pemasaran hasil. Program GEBYAR Sumbar ini mengarah kepada optimalisasi lahan pekarangan untuk tabungan masa depan.

Untuk mempercepat proses memanen, setiap bibit Gaharu umur 4 tahun akan di suntikkan inokulum dan pada saat umur 8 tahun tanaman sudah bisa panen. Tumbuhan Gaharu mempunyai nilai ekonomi yang sangat tinggi. Program ini sangat membantu karena setiap batang Gaharu yang di panen pada umur 8 tahun telah bisa menghasilkan nilai ekonomi Rp 20.000.000 per batang dengan 5 Batang / KK maka masyarakat akan punya tabungan masa depan keluarga 5 x Rp 20.000.000 = Rp 100.000.000.

GEBYAR Sumbar akan melaksanakan kegiatannya secara kontiniu dan akan bekerja sama dengan lembaga-lembaga lain yang mempunyai komitmen yang sama dalam mengentaskan kemiskinan di Sumatera barat.

Jelas Fadli lagi, Tanaman Gaharu ( Aquilira Malacensis), salah satu jenis tumbuhan hutan. Tumbuhan ini yang diambil adalah bagian gubal yang mempunyai bau aromatic spesifik yang memiliki nilai jual yang sangat tinggi. Bagian tumbuhan ini menghasilkan bahan kayu dengan jenis Gubal, Kamendangan dan Abu.

Manfaat tumbuhan Gaharu sangat banyak. Disamping penghasil aromatic, bisa juga untuk obat-obatan herbal, minyak atsiri, minuman dan produk lain.

Negara yang banyak mengkonsumsi Gaharu adalah Arab, China, Thailand, dan India . Disamping itu seluruh agama dan kepercayaan yang ada didunia ini menggunakan hasil olahan dari tumbuhan Gaharu untuk ritual keagamaan.

Selain itu, menurut peneliti gaharu Sumarna pada tahun dua ribu dua, Aquilaria yang menghasilkan Gaharu yang khas sangat disukai oleh masyarakat Timur Tengah, Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Yaman, Oman, Daratan Cina, korea, dan Jepang yang dibutuhkan sebagai obat-obatan. Menurut Asosiasi Eksportir Gaharu Indonesia (ASGARIN) negara negara Eropa dan India telah memanfaatkan gaharu sebagai pengobatan tumor dan kanker .

Untuk Pemasaran, Poempida menambahkan. Tidak ada yang diragukan lagi, saya bersama teman – teman telah melihat pasar gaharu ini baik di dalam negeri maupun luar negeri serta telah menjalin kominikasi yang baik untuk pelaksanaan pemasaran lebih lanjut.

Fadli menambahkan, Dengan adanya program GEBYAR Sumbar sangat membantu dalam menyangga kebutuhan dunia terhadap kebutuhan hasil gaharu untuk masa depan. Dengan berkelanjutannya program ini di sumatera barat tentu saja akan menambah income masyarakat sumatera barat secara langsung. Demikian Ungkap Fadli.

Ir. Jonner Sitomorang, Tenaga Ahli Gebyar mengatakan, Bibit gaharu yang nantinya akan dibagikan pada masyarakat merupakan bibit unggul yang kemudian diinokulasi dengan inokulan unggul. Inokulasi ini telah saya lakukan penelitian bertahun-tahun dan telah diujicobakan di beberapa demplot kebun gaharu di kabupaten sijunjung maupun di beberapa wilayah diindonesia seperti Irian Jaya, Kalimantan dan lainnya. Khusus untuk Sumatera Barat saya beri nama inokulan tersebut gaharu baringin.

Ernofri merupakan Kepala Bidang Pengelolaan Kehutanan Kabupaten Sijunjung mengatakan, Hasil inokulum yang ditemukan oleh Jonner, peneliti gaharu yang berasal dari IPB, Terbukti mampu tingkatkan produksi gaharu. Tidak hanya itu saja, Cukup menunggu satu tahun saja gaharu hasil inokulum jonner sudah bisa dipanen.

Datuak Abu nawas merupakan salah satu petani yang telah berhasil mengembangkan gaharu, berlokasi di jorong taratak batuang nagari padang laweh kecamatan koto 7 kabupaten sijunjung. Mengatakan pada tabloid Pertanian Suara AFTA Pada akhir tahun dua ribu tujuh lalu, bersama Dinas Kehutanan yang didampingi bapak M. Manurung pendamping teknis kelompok tani. Telah memanfaatkan inokulasi dari bapak Jonner, hasilnya sekarang saya bisa meningkatkan produksi gaharu. Hasilnya Alhamdulillah produksinya meningkat.

DR. Poempida Hidayatulloh mengatakan, Sektor pertanian merupakan salah satu faktor penggerak ekonomi kerakyatan. Maka dari itu, Mari kita bersama membangun Negeri Ranah Minang ini dengan langkah konkrit dan dirasakan secara langsung oleh masayarakat.

Bersamaan dengan itu DR. Poempida, mengajak dan menghimbau kepada masyarakat minangkabau Propinsi Sumbar terutama bagi wilayah Padang, Solok Selatan, Solok, Sijunjung, Tanah Datar, Dharmasraya, Mentawai, Pesisr selatan yang berkeinginan untuk membudidayakan gaharu, agar menyurati Posko Kesekretariatan Gebyar yang diketuai oleh bapak Ir. PS. Pelawi dengan melapirkan nama calon penerima yang disertai alamat atau bisa juga melampirkan foto copi KTP. Untuk informasi lebih lanjut bisa juga hubungi sekretaris Gebyar Anton wardani dengan HP 085263610120.ØØØAnton WD

Kamis, 26 Maret 2009

Bioteknologi Tingkatkan Ketahanan Pangan Sumbar

Bioteknologi, salah satu teknologi tepat guna yang terbukti dapat meningkatkan Ketahanan Pangan Sumbar pada khususnya dan Indonesia pada umunya, hal ini disampaikan oleh Rektor Unand Prof. Musliar Kasim dalam pembukaan Seminar International Biodiversity, Biotechnology dan Crop production di Universitas Andalas Padang, Selasa 17 maret 2008.

Lebih lanjut Prof. Musliar Kasim menjelaskan pada wartawan, perlu dilakukannya upaya serius oleh pemerintah maupun pihak tekait agar teknologi ini dapat dimanfaatkan dengan baik. Selain itu, ilmu bioteknologi juga memberikan kontribusi besar dibidang peternakan serta farmasi.

Sebelumnya senin, 16 maret 2009, Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi, dalam audiensi dengan panitia pelaksana mengatakan kedepan perlu dilakukan kerjasama antara Peneliti Bioteknologi Universitas Andalas Pemda, Balai Penelitian, Stake Holder dan masyarakat dalam mengembangkan tanaman dan ternak spesifik Sumatera Barat, seperti tanaman Cabai tahan penyakit kuning dan kriting, tanaman Kakao yang tahan penggerek buah Kakao (PBK), tanaman penghasil gaharu yang berkualitas double super , dan tanaman gambir mengandung Katechin serta Tannin yang tinggi. Hal ini tentu saja tidak dapat dilakukan sendiri, perlu kerjasama yang baik dari berbagai pihak seperti Peneliti Bioteknologi Universitas Andalas Pemda, Balai Penelitian, stake holder dan masyarakat. Dan pada malam harinya panitia pelaksana dan peserta seminar dijamu makan malam oleh wakil wali kota padang Ir. Mahyeldi Ansyarullah.

Seminar International Biodiversity, Biotechnology dan Crop production ini dilaksanakan dalam rangka Lustrum Fakultas Pertanian ke 11 atau Dies Natalis Fakultas Pertanian Universias Andalas yang ke 55 dengan pembicara Prof. Dr. Wolfgang Nellen (Kassel University-Germany), Dr.Bambang Purwantara(Seameo Biotrop), Dr. Tantono Subagyo (Syngenta-HAKI), Prof. Dr. Fasli Djalal, SPGK (Dirjen Dikti), Prof. Dr. Sudarsono(IPB Bogor), dra. Surti Kurniasih, MS(IPB Bogor), Dr.Sc.Agr. Ir. Jamsari, MP ( Ketua PHBI Sumbar/Fak.Pertanian Unand), Prof. Dr. Trimurti Habazar(Fak.Pertanian Unand), dan Prof. Dr. Sumaryati Syukur (FMIPA Unand). »»ANT

Selasa, 24 Maret 2009

PRODUKSI PADI SUMBAR DIUPAYAKAN MENINGKAT DIATAS 5%


Tahun ini, Dinas Pertanian dan Hortikultura Sumatera Barat berupaya tigkatkan produksi padi hingga mencapai diatas lima persen. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian Sumbar Ir. Djoni, saat pembukaan pelatihan Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THLTBPP), senin 23 Februari 2009 di Balai Diklat Penyuluh Pertanian Bandar Buat Kota Padang.

Ir. Djoni menjelaskan, sasaran produksi padi Sumatera Barat diharapkan mengalami peningkatan. Pada tahun lalu produksi padi Sumbar mencapai angka 1.965.000ton gabah kering giling, dengan berbagai program peningkatan ketahanan pangan tahun ini diharapkan bisa meningkat diatas lima persen atau setara 2.045.000ton gabah kering giling.

Untuk mencapai angka diatas, maka dilakukan upaya revitalisasi penyuluh pertanian yang digelar melalui THLTBPP. Langkah ini diambil mengingat penyuluh pertanian merupakan salah satu faktor penting pembagunan pertanian. Para penyuluh pertanian yang dibekali pelatihan ini, diharapkan nantinya bisa bekerja secara professional dilapangan dan mampu tingkatkan pendapatan petani.

Selain itu, upaya lain yang ditempuh yaitu memberikan bantuan benih, menambah sekolah lapang Padi Tanam Sabatang, meningkatkan pemanfaatan budidaya pertanian secara organik, meperbaiki jaringan irigasi, menggunakan terpal saat merontokkan padi, pengadaan treser, memperbaiki SDM petani, menekan berjangkitnya hama penyakit serta bekerjasama dengan berbagai lembaga seperti Petani Pakar Organik(PPO), dinas peternakan, perikanan, kehutanan dan PNPM mandiri.

Ir. Djoni menjelaskan, Berdasarkan pengalaman dari lebih kurang dua ribu delapan ratus demplot Padi Tanam Sabatang(PTS) yang tersebar di sumbar. Metoda budidaya PTS rata – rata dapat ditingkatkan produksinya sekitar seperempat dari budidaya secara biasa. Pada budidaya padi biasa, produksi rata – ratanya empat setengah ton per hektar dengan PTS bisa mencapai produksi rata – rata enam koma dua puluh lima ton per hektar, bahkan di beberapa lokasi bisa mencapai delapan hingga sepuluh ton perhektar.

Hal ini didukung dengan pola pertanian organik seperti pemanfaatan jerami, pupuk kandang serta pupuk organik lainnya yang dapat memperbaiki sifat – sifat tanah serta meningkatkan kesuburan tanah. Hal ini telah dibuktikan baik di lapangan secara langsung maupun di beberapa penelitian. Oleh karena itu, Djoni menghimbau dan mengajak petani, agar jangan membakar jerami dan senantiasa memanfaatkan pupuk kandang.

Terang Djoni lagi, upaya lainnya yaitu menekan kehilangan hasil padi saat panen. Menurut penelitian yang dilakukan dan dari catatan petani, kehilangan hasil padi saat panen mencapai lebih kurang sebelas persen. Untuk mengatasiya, manfaatkan terpal saat melakukan perontokan padi.

Dan yang tak kalah pentingnya yaitu, pemberantasan hama penyakit, seperti pemberantasan hama tikus. Ir. Djoni menegaskan, bagi wilayah yang mengalami serangan hama tikus, dapat diberitahukan kepada dinas pertanian kabupaten/kota setempat dan bisa juga langsung ke dinas pertanian Provinsi. Dengan cara membuat secara tertulis luas wilayah serangan dan luas yang terancam melalui wali nagari dan diketahui KCD setempat dan disampaikan ke BPTPH dispertahort sumbar atau Faks kan ke (0751)55587.

Ir. Djoni, berpesan kepada para peserta peserta THL TBPP. Dalam melakukan penyuluhan kepada petani, posisikan diri sebagai fasilitator. Karna jika berbicara tentang pertanian hortikultura, kita berbicara tentang bisnis yang disana mencakup persoalan efisiensi dan keuntungan. Serta, melakukan pelatihan pertanian secara door to door, karena dari beberapa pengalaman teknik ini efektif.

Selain itu tutur Djoni lagi. Dalam melakukan penyuluhan, gunakanlah konsep tidak ada guru dan tidak ada murid serta menjalin mitra kerjasama yang baik bersama petani.

Untuk keberhasilan tercapainya peningkatan produksi pangan hingga diatas lima persen tersebut, selain dari dinas pertanian. PPL bersama petani atau masyarakat bisa juga memanfaatkan dana PNPM Mandiri yang kegunaanya untuk meningkatkan ekonomi produktif. Informasi hal ini bisa ditanyakan langsung kepada cabang – cabang PNPM wilayah masing – masing.

Ada sekitar tiga milyar rupiah dana PNPM untuk tiap kecamatan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kegiatan pertanian serta lainnya. Belum lagi dana PUAP untuk tiga Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) senilai seratus juta rupiah, merupakan nilai tambah untuk kemajuan pembangunan pertanian di Sumatera Barat, Tutur Djoni.

Untuk meningkatkan produksi padi sekitar delapan puluh ribu ton pada tahun ini, memang suatu tugas yang berat tutur Djoni. Namun dengan cara – cara diatas diharapkan produksi padi sumatera barat dapat meningkat sekitar lima persen.

Apabila, masing- masinh PPL bisa meningkatkan produksi padi sekitar 100 ton di wilayah kerjanya masing masing, itu sudah bagus, tutur Djoni.

Ir. Amdan Nur, Kepala Balai Diklat Pertanian TPH Propinsi Sumatera Barat, Mengatakan pada Tabloid Pertanian Suara AFTA. Selain itu, dalam rangka mensukseskan peningkatan produksi padi diatas lima persen, Di bulan maret ini PPL jumlahnya akan ditambah. Untuk informasi lebih lanjut akan kita beritahu»»Anton

PENGGUNDULAN HUTAN MEMBUAT WARGA MALALO RESAH


Warga Malalo di Kanagarian Padang Laweh Malalo Kecamatan Batipuah Selatan Kabupaten Tanah Datar diresahkan oleh gundulnya Bukit Kayu Mati yang terletak di Kubang Badak Jorong Pincuran Tujuh Kanagarian Batipuah Baruah Kecamatan Batipuah.

Hal ini disampaikan oleh Kasmir Gindo, Ketua Kelompok Pecinta Hutan dan Air Kabupaten Tanah Datar Pada Tabloid Pertanian Suara AFTA baru-baru ini di rumahnya. “Warga Malalo diresahkan oleh penggundulan hutan yang dilakukan di Bukit Kayu mati oleh beberapa oknum warga Kubang Badak. Berbagi upaya telah dilakukan baik melalui surat pada wali nagari batipuah baruah maupun ke kantor kehutanan Kabupaten Tanah Datar, namun hal ini tak kunjung ada tanggapan yang berarti”.

Jelas Kasmir Gindo lagi, Jika hal ini tak juga ada tanggapan, dikhawatirkan akan terjadi longsor yang dapat menimpa Kanagarian Padang Laweh Malalo Kecamatan Batipuah Selatan.

Tambah Gindo Lagi, Bukit kubang badak memiliki kelerengan yang terjal, dengan sudut kemiringan 900. Apabila lahan dengan kelerengan tersebut, tidak terdapat tanaman tahunan, maka dengan sendirinya daya dukung tanah terhadap air dalam tanah akan menurun. Sehingga dikhawatirkan akan terjadi longsor apabila kondisi ini secara terus menerus berlangsung.

Ungkap Gindo lagi, Penggundulan hutan lindung yang dilakukan oleh beberapa oknum warga kubang badak ini. dimanfaatkan sebagai ladang berpindah. Dengan tanaman yang diusahakan yaitu Padi dan Kopi. Setelah dipeladangi kemudian ditinggalkan begitu saja. Tanpa melakukan penanaman hutan atau reboisasi kembali.
Jelas Gindo lagi, Puncak penggundulan bukit kubang badak besar–besar terjadi pada akhir tahun 2008 ini. Tercatat luas lahan Bukit Kubang Badak yang telah digunduli yaitu sekitar 6-7 hektar.

Gindo berharap, melalui Tabloid Pertanian Suara AFTA ini, diharapkan ada perhatian pemerintah maupun pihak – pihak yang terkait untuk dapat mengatasi masalah ini. Sehingga sebelum musibah longsor terjadi dan korban berjatuhan, sekurang-kurangnya sudah ada usaha agar penyelamatan dilakukan.»»Anton.

WARGA PADANG LAWEH DIKEJUTKAN DENGAN ADANYA BINATANG ANEH


Baru - baru Warga Jorong Padang Laweh, Kanagarian Padang Laweh Malalo, Kecamatan Batipuah Selatan, Kabupaten Tanah Datar dehebohkan dengan penemuan binatang aneh.

Seekor binatang dengan ciri – ciri muka seperti anjing dengan mata agak kemerahan serta memiliki bulu lebat dan agak kasar juga memiliki ekor yang agak tebal ditemukan oleh salah seorang warga Jorong Padang Laweh.

Haji Armaini warga Jorong Padang Laweh yang sekarang memelihara binatang aneh tersebut mengatakan pada Tabloid Pertanian Suara AFTA. Binatang ini ditemukan oleh warga Jorong Padang Laweh di jeratan sawah yang sengaja dibuat oleh warga untuk menangkap babi. Tapi pada hari rabu 28 januari 2009, sekitar sore hari ada binatang aneh yang tertangkap oleh jeratan sawah.

Tambah haji Armaini lagi, Tanpa pikir panjang warga yang sebelumnya berkeinginan membunuh binatang tersebut membawa ke kandang yang terdapat dihalaman rumah saya. Untuk dipelihara dan dirawat.

Diharapkan dengan ditemukan binatang aneh ini, dapat menambah kekayaan koleksi binatang yang terdapat di Indonesia dan juga menambah ilmu serta ensiklopedi perbintangan Indonesia.

Melalui tabloid Pertanian Suara AFTA ini, Haji Armaini menghimbau bagi Ilmuan Binatang agar dapat meneliti binatang ini, sehingga perawatan yang tepat agar binatang aneh ini tetap hidup sehat bisa terwujud.>>>Anton

Selasa, 17 Maret 2009

Bioteknologi Tingkatkan Ketahanan Pangan Sumbar


Bioteknologi, salah satu teknologi tepat guna yang terbukti dapat meningkatkan Ketahanan Pangan Sumbar pada khususnya dan Indonesia pada umunya, hal ini disampaikan oleh Rektor Unand Prof. Musliar Kasim dalam pembukaan Seminar International Biodiversity, Biotechnology dan Crop production di Universitas Andalas Padang, Selasa 17 maret 2008.

Lebih lanjut Prof. Musliar Kasim menjelaskan pada wartawan, perlu dilakukannya upaya serius oleh pemerintah maupun pihak tekait agar teknologi ini dapat dimanfaatkan dengan baik. Selain itu, ilmu bioteknologi juga memberikan kontribusi besar dibidang peternakan serta farmasi.

Sebelumnya senin, 16 maret 2009, Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi, dalam audiensi dengan panitia pelaksana mengatakan kedepan perlu dilakukan kerjasama antara Peneliti Bioteknologi Universitas Andalas Pemda, Balai Penelitian, Stake Holder dan masyarakat dalam mengembangkan tanaman dan ternak spesifik Sumatera Barat, seperti tanaman Cabai tahan penyakit kuning dan kriting, tanaman Kakao yang tahan penggerek buah Kakao (PBK), tanaman penghasil gaharu yang berkualitas double super , dan tanaman gambir mengandung Katechin serta Tannin yang tinggi. Hal ini tentu saja tidak dapat dilakukan sendiri, perlu kerjasama yang baik dari berbagai pihak seperti Peneliti Bioteknologi Universitas Andalas Pemda, Balai Penelitian, stake holder dan masyarakat. Dan pada malam harinya panitia pelaksana dan peserta seminar dijamu makan malam oleh wakil wali kota padang Ir. Mahyeldi Ansyarullah.

Seminar International Biodiversity, Biotechnology dan Crop production ini dilaksanakan dalam rangka Lustrum Fakultas Pertanian ke 11 atau Dies Natalis Fakultas Pertanian Universias Andalas yang ke 55 dengan pembicara Prof. Dr. Wolfgang Nellen (Kassel University-Germany), Dr.Bambang Purwantara(Seameo Biotrop), Dr. Tantono Subagyo (Syngenta-HAKI), Prof. Dr. Fasli Djalal, SPGK (Dirjen Dikti), Prof. Dr. Sudarsono(IPB Bogor), dra. Surti Kurniasih, MS(IPB Bogor), Dr.Sc.Agr. Ir. Jamsari, MP ( Ketua PHBI Sumbar/Fak.Pertanian Unand), Prof. Dr. Trimurti Habazar(Fak.Pertanian Unand), dan Prof. Dr. Sumaryati Syukur (FMIPA Unand).

Obrolan

Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x